MOTIVASI KEPEMIMPINAN

Senin, 24 Januari 2011

TES PEMAHAMAN BACAAN DENGAN PENDEKATAN INTEGRATIF


TES PEMAHAMAN BACAAN DENGAN PENDEKATAN INTEGRATIF

I.    PENDAHULUAN
Bahasa Inggris, sebagai satu dari sekian banyak mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah dari tingkat dasar sampai ke tingkat perguruan tinggi, memegang peranan yang tak kalah pentingnya dalam peningkatan sumber daya manusia. Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa internasional yang digunakan oleh sebagian besar penduduk dunia, oleh karena itu banyak hasil penemuan-penemuan baik ilmu pengetahuan maupun teknologi yang ditulis dalam bahasa ini. Bahasa Inggris juga merupakan alat komunikasi yang digunakan di dunia internasional.
Bahasa Inggris mempunyai empat keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa, Jeremy dalam bukunya The Practice of English language teaching menyatakan;
Speaking and writing involve language production and are therefore often referred to as productive skills. Listening and reading, on the other hand, involve receiving messages and are therefoe often referred to as receptive skills[1].

Artinya berbicara dan menulis termasuk dalam keterampilan melakukan sesuatu yang selanjutnya disebut keterampilan produktif. Disamping itu menyimak atau mendengarkan dan membaca adalah keterampilan menerima khususnya menerima pesan dan selanjutnya disebut keterampilan receptif. Keempat keterampilan ini tidak dapat dipisah-pisahkan dan semuanya perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris.
Salah satu dari keterampilan tersebut adalah membaca.  membaca (reading) merupakan hal penting dalam kegiatan pembelajaran, karena dengan membaca dapat diperoleh banyak informasi yang luas, tidak terbatas pada hal-hal yang terjadi dewasa ini, tetapi menjangkau masa lalu bahkan masa yang akan datang.
Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, keterampilan membaca bukan hanya berarti membaca nyaring mengeluarkan suara dengan pengucapan yang benar tetapi juga termasuk memprediksi apa yang akan dibaca sebelum pembaca memutuskan untuk membaca suatu teks.
Untuk menghasilkan pemahaman, pembaca atau pendengar harus memiliki beberapa keterampilan khusus yaitu; (1) Predictive skills, kemampuan menduga, (2) Extracting specific information, menemukan informasi khusus, (3) Getting the general picture, menemukan pikiran utama, (4) Extracting detailed information, menemukan informasi rinci, (5) Recognising function and discourse patterns, (mengetahui pola pembentukan kalimat/wacana), (6) Deducing meaning from context, (menarik kesimpulan berdasarkan isi teks)[2]. Perlu diingat dalam memahami sebuah teks seorang siswa tidak harus dapat menuliskan atau mengucapkan kembali teks tersebut tetapi mereka mengerti maksud dan pesan yang tertulis dalam teks tersebut.
Pembelajaran membaca mengharapkan siswa dapat menerapkan apa yang telah mereka baca atau dengar untuk menyelesaikan beberapa soal, jika mereka telah memahami isi teks  mereka dapat melakukan sesuatu sesuai dengan yang dinyatakan didalam teks tersebut. Selanjutnya mereka dapat memberikan pendapat, mengikuti perintah yang diminta oleh teks, menuliskan kembali,  merangkum isi teks dan terakhir mereka dapat membuat percakapan berdasarkan pada teks yang diberikan.
Ada lima (5) langkah yang perlu dilakukan dalam proses pembelajaran membaca. Seperti yang dinyatakan Jeremy[3];        
1.   Lead-in ; Here the students and the teacher prepare themselves for the task and ….(guru dan siswa mempersiapkan diri)
2.   T directs comprehension task ; … the teacher makes sure that the students know what they are going to do.(guru menegaskan tentang apa yang harus dilakukan siswa) 
3.   SS listen/read for task ; The students then read or listen to a text to perform the tasks the teacher has set.(siswa membaca atau mendengarkan teks kemudian menyelesaikan tugas yang telah dibuat guru)
4.   T directs feedback ; … the teacher will help students to see if they have completed the task successfully and ….(guru membantu siswa menyelesaikan tugas mereka)
5.   T direct text-related task ; The teacher will then probably organise some kind of follow-up task related to the text.(guru menyusun beberapa soal lanjutan yang berhubungan dengan teks)

Dari kelima langkah tersebut pembahasan makalah ini akan lebih memfokuskan pada langkah ke-5 yaitu mencoba mendisain evaluasi pembelajaran pemahaman bacaan dengan pendekatan Integratif.





II.      LANDASAN TEORI
HAKEKAT PENDEKATAN INTEGRATIF
Pendekatan integrative, didasarkan pada hasil studi Oller, merupakan pendekatan oposisi dari pendekatan diskret.[4] Pendekatan ini  lebih sesuai dengan kebutuhan nyata di mana kemampuan dan unsur bahasa pada umumnya tidak diperlakukan secara terpisah-pisah. Dalam penggunaan bahasa senyatanya kemampuan dan unsur bahasa digunakan dalam wacana yang merupakan gabungan dari beberapa jenis kemampuan atau unsur bahasa. Bila dalam pendekatan diskert bahasa seolah-olah dipisahkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sampai pada bagian terkecil, pendekatan integratif dapat dipandang sebagai penyatuan bagian-bagian itu kembali menjadi lebih utuh. Seberapa lebih utuh penggabungan itu tergantung pada berapa banyak bagian kemampuan dan komponen bahasa yang perlu saling digabungkan untuk menjawab butir-butir tes yang diselenggarakan.
Butir tes kosakata seperti “baik x …….” (dibaca: lawan kata baik adalah…..) pada dasarnya bersifat diskert karena digunakan secara lepas. Jika pernyataan yang sama itu dikemas dalam kalimat “orang itu sangat baik, sedangkan saudaranya…...), butir tes yang semula diskert berubah menjadi integratif karena digunakan dalam kaitannya dalam unsur-unsur bahasa lain. Dalam hal itu, kemampuan menemukan jawaban berupa kata jahat tidak semata-mata dimungkinkan oleh pengetahuan tentang kosakata baik dan jahat, tetapi dipermudah oleh pengetahuan tentang kosakata orang itu dan saudaranya. Tercermin bahwa kemampuan menjawab butir tes tersebut tidak sekedar mengandalkan penguasaan unsur kosakata, melainkan melibatkan pula penguasaan unsur bahasa lain, yaitu susunan kata-kata yang merupakan bagian dari tata bahasa.
Ciri pendekatan integratif yang melibatkan lebih dari satu unsur merupakan penggabungan lebih dari satu jenis kemampuan atau komponen bahasa. Pada penggunaan bahasa senyatanya, termasuk dalam mengerjakan tes, penggabungan unsur bahasa pada pendekatan integratif bahkan dapat bersifat jauh lebih luas dan menyeluruh, menyangkut penggunaan bahasa dalam komunikasi secara keseluruhan.
HAKIKAT PEMAHAMAN BACAAN
Pemahaman bacaan didefinisikan oleh Mackey sebagai penafsiran (interpretation) dan harapan (expectancy).[5] Yaitu penafsiran terhadap apa yang diperoleh dari tulisan yang dibaca, dan harapan untuk dapat menemukan dan menggunakan hal-hal yang ditemukan dalam bacaan. Dengan kata lain pemahaman adalah proses kognitidf yang membentuk pengertian berdasarkan atas kalimat-kalimat yang diperoleh dari bacaan. Sedang yang dimaksud dengan bacaan adalah informasi tertulis berupa sekumpulan kalimat-kalimat lepas yang digabungkan secara koherensi. Grellet menyebutkan bahwa bacaan merupakan kalimat-kalimat yang disatukan menurut tema tertentu untuk memberikan makna menurut struktur kalimat dan makna menurut teks secara keseluruhan.[6]

III.           PENGEMBANGAN TES
1.    KISI-KISI
Kompetensi Dasar
Skill
Indicator
Bentuk soal
Nomor Soal
Merespon makna dalam teks esai pendek sederhana secara akurat, lancer dan berterima yang berkaitan dengan lingkungan sekitar berupa biographical recount dua orang penyanyi: Sulis dan Opick
Membaca
Siswa mampu
·   mengidentifikasi informasi tersurat dalam teks
·   mengidentifikasi informasi tersirat dalam teks
·   mengidentifikasi retorika kebahasaan
Tes Essay

A

Menulis
Siswa Mampu
·   Membuat/ melengkapi time list kedua penyanyi tersebut berdasarkan urut-urutan kronologis pada teks.
·   Melengkapi teks rumpang berkaitan dengan retorika kebahasaan
Pen and paper test
B

Mendengar dan Berbicara
Siswa Mampu:
Bertanya jawab tentang biografi kedau penyanyi tersebut dengan menggunakan pertanyaan yang ada
Unjuk Kerja
C


2.    RANCANGAN VALIDITAS
Validitas atau kesahihan menunjuk pada kemampuan suatu instrument (alat pengukur) mengukur apa yang harus diukur. Uji validitas yang digunakan dalam pengembangan tes ini adalah validitas konsekuens.

3.    RANCANGAN RELIABILITAS
Realibilitas berasal dari kata reliable yang artinya hasil pengukuran selalu konsisten bila dilaksanakan pada siswa yang sama dalam waktu dan kondisi yang berlainan, atau dengan instrument yang parallel pada subjek dan waktu yang sama akan memberikan hasil yang tetap atau ‘ajeg’ selama aspek yang diukur belum berubah. Reliabilitas dapat diartikan juga sebagai keterandalan, keterpercayaan, keajegan dan kemantapan. Dengan kata lain, reliabilitas berarti sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.
Uji reliabilitas yang digunakan dalam pengembangan tes ini adalah reliabilitas konsistensi tanggapan bentuk Test-Retest yaitu pengetesan dilakukan dua kali dengan menggunakan suatu tes yang sama pada waktu yang berbeda.

4.    BENTUK TES
TES PEMAHAMAN BACAAN PENDEKATAN INTEGRATIF
LKS BAHASA INGGRIS
UNTUK KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
The Successful Singer










Text A
A.    Read the following text about Sulis. Then answer student B’s question.

Sulistyowati or Sulis is a talented young singer. She was born in Solo. Central Java on 23rd January 1990. When she was in year 3 of elementary school in 1999, she became a majorette in her school marching band. Later in the same year, Love for the Messenger (Cinta Rasul I) was released, which was her duet with Hadad Alwi. The album made Sulis popular among Muslim children. In 2003, Love for the Messenger received an AIM, Music Industry Award, the most prestigious award in Malaysia, as one of the five best Indonesian albums. Sulis released her first solo album, Cinta Rasul 4, in 2004 and has released 12 albums since then. In 2007, she released her second solo album, Ya Allah. One of the songs on that album is Ya Rasulullah.


B.     Complete the time list about Sulis’ life.
EVENT
YEAR
Born
……
…....
Won AIM Award
2nd solo album Cinta Rasul 4 was released
…..

….
1999
1999
…..
…..
2007


C.     Complete the questions with these words: was/was/What/did/did/has. The ask student B about Opick.

1.                       does Opick do?
2.      When                 Opick born?
3.      When                 he start singing?
4.      What                  his first single?
5.      How many albums                    he released?
6.      When                  he get married?





Text B
A.    Read the following text about Opick. Then answer student A’s question.

Ainur Rofiq Lil Firdaus or Opick is not only a great singer, but also a musician, an actor and a songwriter. He was born in Jember on 16th March 1974. He grew up and studied in Jember. He started singing and formed a band when he was in junior high school. When he was 18 he decided to go to Jakarta because he wanted to become a musician. Opick got married in 2002. In his early career he produced a rock album but it was not successful. His first single, Tombo Ati, made him famous and has become a favourite, especially during Ramadhan. Since then he released four albums. He released his first religious album, Istighfar, in 2005. In 2006, he released Semesta Bertasbih. On this album, one of his hit songs, Takdir, is a duet between Opick and Melly Goeslaw. In early 2009 Opick wrote a song for soundtrack to a film Perempuan Berkalung Sorban.

B.     Complete the time list about Sulis’ life.
EVENT
YEAR
Born
……
Got married
Released his first religious album
…..
…..

….
1992
…..
…..
2006
2009


C.    Complete the questions with these words: was/was/How/is/did/has. The ask student A about Sulis.

1.      When                 Sulis born?
2.                  old is she now?
3.      When                 Cinta Rasul receive the AIM Award?
4.      What                  her first album?
5.      How many solo albums                    she released?
6.      What                  one of her song?






5.    KESIMPULAN
Kemampuan memahami bacaan merupakan salah satu keterampilan yang penting dalam pembelajaran. Peningkatan kemampuan siswa dalam membaca dan memahami bacaan memerlukan perhatian yang lebih serius dari guru. Pemberian tes yang baik harus disesuaikan dengan tingkat kognitif siswa dan juga berorientasi pada peningkatan dan pengembangan keempat kemampuan berbahasa siswa yaitu membaca, menyimak, berbicara, dan menulis.


DAFTAR PUSTAKA
Grellet. Francoise. 1981. Developing Reading Skills: A Practical Guide to Reading Comprehension Exercises. Cambridge
Harmer, Jeremy. 1991. The Practice of English language teaching. New York; Longman Publishing
Mackey, Wiliam Francis. 1969. Language Teaching Analysis. London: Longman, Green & Co., Ltd, p. 127

Oller, J. W., Jr. 1979. Language tests at school. London: Longman












TES PEMAHAMAN BACAAN DENGAN PENDEKATAN INTEGRATIF

Makalah ini diajukan sebagai tugas ujian akhir semester
pada mata kuliah Evaluasi dan Pengukuran Pembelajaran Bahasa.

Dosen : 1. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd



 










Oleh:
Nama                             : ADI AFRIYADI
NRM                              : 7316091307
Program Studi              : PENDIDIKAN BAHASA NON REGULER


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2011


[1] Jeremy Harmer. 1991. The Practice of English language teaching. New York; Longman Publishing. p. 16.
[2] Jeremy Harmer. 1991.Op. cit., p.183-184
[3] Ibid., p.189
[4] J. W. Oller, Jr. (1979). Language tests at school. London: Longman
[5] Wiliam Francis Mackey. 1969. Language Teaching Analysis. London: Longman, Green & Co., Ltd, p. 127
[6] Francoise Grellet. 1981. Developing Reading Skills: A Practical Guide to Reading Comprehension Exercises. Cambridge: Cambridge University Press, p. 6.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar